JAKARTA - Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung meminta sedikitnya enam komisi DPR RI dilibatkan dalam upaya penanganan kekerasan pada anak, yakni Komisi I, II, III, VIII, IX, dan X DPR. Permintaan ini diutarakan Doli usai audiensi dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, membahas upaya pemerintah dalam menyelamatkan anak-anak Indonesia dari kekerasan. "Ini wake-up call-lah buat semua bahwa anak-anak ini tidak boleh dibiarkan. Tentu sinergi ini harus terus diperkuat. Tadi kami sudah menginventarisir di DPR mungkin ada sekitar enam komisi yang bisa terkait dengan ini," ucap Doli usai audiensi dengan Arifah di Kantor Kementerian PPPA, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026).
Selain DPR, Doli juga mendorong sejumlah kementerian ikut terlibat, dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Agama.
"Bu Menteri (Arifah) ini enggak bisa dibiarkan sendiri untuk menghadapi masalah ini," imbuhnya.
Doli mengatakan, kampanye perlindungan anak harus menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari orangtua, sekolah, hingga pemerintah daerah. "Ini harus menjadi sebuah kampanye menyeluruh, terpadu, dan menjadi gerakan sehingga membangun kesadaran semua orang kita," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan bahwa anak-anak merupakan calon pemimpin Indonesia pada masa mendatang. Karena itu, keamanan dan kenyamanan mereka harus menjadi perhatian bersama. "Kalau saat ini mereka sudah tidak aman, tidak nyaman, dan mengalami kekerasan, bagaimana mereka akan membangun Indonesia di masa yang akan datang," ucap Arifah.
Arifah menuturkan, pemerintah bakal melakukan pemetaan untuk menentukan pembagian peran masing-masing pemangku kepentingan serta menyusun langkah konkret yang dapat dievaluasi secara berkala. "Jadi, bukan hanya duduk bersama, tapi setelah ini kita akan melakukan pemetaan dan langkah-langkah yang akan kita lakukan seperti apa," tuturnya.